Thursday, July 06, 2006

supermannn.....


Bisa terbang melebihi kecepatan cahaya dan kebal terhadap berbagai jenis senjata buatan manusia, itulah gambaran sosok sang manusia super, Superman. Berbagai kelebihannya menjadi impian jutaan orang di seluruh dunia, sehingga kisah sang manusia super itu pun selalu ditunggu-tunggu orang. Film mengenai sang manusia super itu dibuat dalam berbagai versi untuk televisi dan juga layar lebar. Akan tetapi baru lewat Christopher Reeve-lah, film layar lebar Superman bisa menjelajah sampai empat episode.

Tokoh hero antah berantah, bisa terbang, tampan, lembut budi dan serba menolong. Di kala lain, ia tak lebih sebagai Clark, pemuda tampan yang pemalu dan enggan berkelahi. Namun di kali lain, ia akan ngumpet di kegelapan, ketika ada kekuatan jahat yang mengusik sekelilingnya. Superman tak ingin dirinya diketahui. Namun dalam jubah kebesarannya, ia tak segan - segan menunjukkan kekuatan tersebut.
Kekuatan yang ''serba tak terbatas'' untuk ukuran manusia itu diabadikan kembali oleh sutradara Richard Lester dengan nyaris sempurna. Animasi dan tumpang tindih pengadeganannya, mengingatkan kita pada serial - serial ''menakjubkan'' yang lain. Sementara, Christopher Reeve belajar menerjemahkan imajinasi yang disukai anak - anak itu dengan kelihaiannya. Ia meloncat dari satu gedung ke gedung lain. Ia terbang ke awan gelap, sambil mendorong pesawat terbang, atau menukik ke bumi menolong wanita yang sedang tak berdaya.
Di tangan sutradara ini, Superman bisa bertahan hingga IV sequel. Hampir semua sequel laku keras. Gedung - gedung bioskop kewalahan menerima tamu penontonnya. Apanya yang istimewa? Adalah imajinasi yang mencoba ditawarkan dengan kemasan industri tontonan yang tidak memalukan.
Gambaran sosok Superman agaknya nyaris sempurna di tangan Reeve. Selain pesona berbagai kekuatan fisiknya, Superman pun menjadi "super" karena penampilannya yang gagah, tampan, tinggi-tegap, tapi juga sopan dan baik hati. Namun, Christopher Reeve sang pemeran Superman hanyalah manusia biasa. Setelah menyelesaikan empat episode film Superman-yaitu Superman The Movie (1978), Superman II (1980), Superman III (1983) dan Superman IV: The Quest for Peace (1987)-Reeve bosan memainkan sosok manusia super yang lebih dulu populer lewat buku-buku komik (cerita bergambar) tersebut. Berjuta-juta umat manusia pasti mengetahui mengenai Superman lewat buku-buku cerita. Kisah itu pulalah yang diangkat ke dalam film layar lebar.
Pada Superman The Movie, misalnya, diceritakan tentang gelagat kehancuran planet Krypton yang menyebabkan ilmuwan Jor-El memutuskan menyelamatkan keturunan orang Krypton dengan mengirimkan bayinya yang diberi nama Kal-El ke planet bumi. Sang bayi itu di Bumi kemudian dibesarkan keluarga Kent yang hidup dari bertani dan diberi nama Clark Kent. Setelah dewasa, Kent bekerja sebagai wartawan di surat kabar Daily Planet. Sementara itu, gembong kriminal Lex Luthor tengah merencanakan proyek ambisius untuk menjadi penguasa dunia. Dengan senjata batu Krypton yang bisa membuat berbagai kekuatan Superman hilang seketika, Luthor menjadi lawan berat untuk sang manusia super.
Film Superman sendiri ketika pertama kali diluncurkan mendapat sambutan sangat baik dari penggemar film dunia. Film Superman The Movie yang dibuat dengan anggaran sebesar 55 juta dollar AS, di AS menghasilkan penghasilan kotor dari layar-layar bioskop sebesar 134,2 juta dollar AS. Belakangan dari rental dihasilkan lagi 82,8 juta dollar AS.
Film itu sendiri dianggap sebagai film yang cukup baik. Kisahnya tidak digarap asal-asalan, dramatiknya pun dibangun cukup baik oleh sutradara Richard Donner. Teknik pembuatannya memukau untuk masanya. Film ini sempat mendapatkan beberapa nominasi Oscar, antara lain untuk tata suara. British Academy Awards bahkan menganugerahkan Michael Balcon Award for Outstanding British Contribution, dan Reeve dinobatkan sebagai Most Promosing Newcomer.
Dalam "Superman II", Superman mencoba menghalau kekuatan jahat dari luar planet bumi. Ada sekelompok orang jahat yang ingin menghancurleburkan kota Paris. Maka, dengan segala kekuatan dan indra teknologinya, Superman berusaha mencegah niat busuk itu.
Bom nuklir ini sudah dirancang sedemikian rupa, sehingga kelak bisa menyerang kota Paris dan penghuninya hancur lebur. Dikendalikan dari luar planet bumi, namun mengarah ke sana.Sayang, niatan itu tak bisa terkabulkan, meski akhirnya bom nuklir itu meledak.
Yang menjadi masalah kini, dengan meledaknya bom tersebut, justru menjadi bumerang bagi pasukan keamanan bumi. Karena Phantom Zone yang selama ini digunakan untuk menyekap tiga penjahat intelektual kelas kakap, akhirnya pecah. Tiga penjahat itu pun kabur, dan ancaman besar justru kembali terjadi. Karena ketiganya, jika disatukan, akan memiliki kekuatan yang sama besar dengan Superman.
Belum lagi, mereka akan mengusik Lex Luthor, penjahat kelas kakap lainnya yang baru kabur dari penjara. Inilah ancaman besar Superman. Sementara di saat yang bersamaan, sebenarnya Superman sedang berasyik - masyuk dengan kekasihnya, Louis Lane.
Dari picu ini, persoalan pun muncul. Adegan perseteruan itu digambarkan demikian eloknya. Mulai dari terbang ringan di awang - awang, sampai perebutan kekuatan yang sebenarnya. (TM - 27)
"Live as one of them, Kal-El, to discover where your strength and your power are needed. And always hold in your heart the pride of your special heritage. They can be a great people, Kal-El - they wish to be. They only lack the light to show the way. For this reason above all, their capacity for good, I have sent them you - my only son."

0 Comments:

Post a Comment

<< Home