Piala Dunia 2006
Siapa Kalah, Dia Pensiun
MUNICH – Luis Figo (Portugal) dan Zinedine Zidane (Prancis) telah bertekad untuk mengakhiri kiprahnya di tim nasional usai Piala Dunia 2006. Karena itu, sejak babak 16 besar lalu, Figo dan Zidane memiliki motivasi tambahan. Keduanya tampil habis-habisan untuk menghindarkan timnya dari kekalahan. Sebab, kekalahan berarti laga perpisahan bersama timnas.
Setelah beberapa kali lolos dari lubang jarum, bentrok Portugal lawan Prancis pada semifinal di Munich dini hari nanti akan menjadi laga perpisahan bagi salah satu dari mereka. Perpisahan yang sangat menyakitkan, karena hanya terpaut sejengkal dari partai puncak Piala Dunia 2006.
’’Setiap pertandingan bisa menjadi laga terakhir bagi saya. Saya adalah manusia kebanyakan yang tidak abadi,’’ kata Figo seperti dilansir Reuters
Figo akan genap berusia 34 tahun pada November mendatang. Usia yang sudah cukup tua untuk pemain berposisi gelandang seperti dia. Turnamen besar lain setelah Piala Dunia adalah Piala Eropa 2008. Waktu yang terlalu lama bagi Figo karena dia telah berencana untuk gantung sepatu bersamaan dengan dengan berakhirnya kontrak dengan Inter Milan satu tahun mendatang.
Figo adalah salah satu pemain besar dalam sejarah sepak bola. Dia terpilih sebagai Pemain Terbaik Dunia 2001. Melengkapi suksesnya setahun sebelumnya ketika terpilih sebagai Pemain Terbaik Eropa 2000.
Seperti halnya Figo, Zidane kini sudah menapak usia 34 tahun, tepatnya pada 23 Juni lalu. Dia pun tidak akan melakukan revisi pensiun dari timnas untuk kali kedua. Usai kegagalan Prancis di Piala Dunia 2002, Zidane sempat menyatakan mundur dari timnas. Keputusan yang kemudian dicabutnya ketika Les Bleus terancam gagal merebu tiket ke putaran final Piala Dunia 2006.
Secara prestasi, Zidane bisa disebut lebih baik daripada Figo. Dia tiga kali menyabet gelar pemain terbaik dunia (1998, 2000, dan 2003). Zidane juga pernah sekali menjadi Pemain Terbaik Eropa (1998).
’’Zidane bermain begitu bebas dan penuh ekspresi. Itu terjadi karena setiap pertandingan bisa menjadi pertandingan terakhir baginya,’’ puji Raymond Domenech, arsitek Prancis.
Selain Zidane, ada beberapa nama lain di Les Bleus yang diambang pensiun. Sebut saja Claude Makelele dan Lilian Thuram. Mereka adalah pahlawan Prancis di Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.
Pertemuan Prancis kontra Portugal akan menjadi laga pamungkas di kota Munich. Bersamaan dengan padamnya lampu FIFA World Cup Stadium Munich, akan padam pula karir timnas seorang bintang. Figo atau Zidane?
MUNICH – Luis Figo (Portugal) dan Zinedine Zidane (Prancis) telah bertekad untuk mengakhiri kiprahnya di tim nasional usai Piala Dunia 2006. Karena itu, sejak babak 16 besar lalu, Figo dan Zidane memiliki motivasi tambahan. Keduanya tampil habis-habisan untuk menghindarkan timnya dari kekalahan. Sebab, kekalahan berarti laga perpisahan bersama timnas.
Setelah beberapa kali lolos dari lubang jarum, bentrok Portugal lawan Prancis pada semifinal di Munich dini hari nanti akan menjadi laga perpisahan bagi salah satu dari mereka. Perpisahan yang sangat menyakitkan, karena hanya terpaut sejengkal dari partai puncak Piala Dunia 2006.
’’Setiap pertandingan bisa menjadi laga terakhir bagi saya. Saya adalah manusia kebanyakan yang tidak abadi,’’ kata Figo seperti dilansir Reuters
Figo akan genap berusia 34 tahun pada November mendatang. Usia yang sudah cukup tua untuk pemain berposisi gelandang seperti dia. Turnamen besar lain setelah Piala Dunia adalah Piala Eropa 2008. Waktu yang terlalu lama bagi Figo karena dia telah berencana untuk gantung sepatu bersamaan dengan dengan berakhirnya kontrak dengan Inter Milan satu tahun mendatang.
Figo adalah salah satu pemain besar dalam sejarah sepak bola. Dia terpilih sebagai Pemain Terbaik Dunia 2001. Melengkapi suksesnya setahun sebelumnya ketika terpilih sebagai Pemain Terbaik Eropa 2000.
Seperti halnya Figo, Zidane kini sudah menapak usia 34 tahun, tepatnya pada 23 Juni lalu. Dia pun tidak akan melakukan revisi pensiun dari timnas untuk kali kedua. Usai kegagalan Prancis di Piala Dunia 2002, Zidane sempat menyatakan mundur dari timnas. Keputusan yang kemudian dicabutnya ketika Les Bleus terancam gagal merebu tiket ke putaran final Piala Dunia 2006.
Secara prestasi, Zidane bisa disebut lebih baik daripada Figo. Dia tiga kali menyabet gelar pemain terbaik dunia (1998, 2000, dan 2003). Zidane juga pernah sekali menjadi Pemain Terbaik Eropa (1998).
’’Zidane bermain begitu bebas dan penuh ekspresi. Itu terjadi karena setiap pertandingan bisa menjadi pertandingan terakhir baginya,’’ puji Raymond Domenech, arsitek Prancis.
Selain Zidane, ada beberapa nama lain di Les Bleus yang diambang pensiun. Sebut saja Claude Makelele dan Lilian Thuram. Mereka adalah pahlawan Prancis di Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.
Pertemuan Prancis kontra Portugal akan menjadi laga pamungkas di kota Munich. Bersamaan dengan padamnya lampu FIFA World Cup Stadium Munich, akan padam pula karir timnas seorang bintang. Figo atau Zidane?

0 Comments:
Post a Comment
<< Home