Ke Kota Wali....
Syariat Islam Bukan Ancaman
Ba’asyir Imbau Cirebon Buat Perda Syariat Islam
KEJAKSAN, Selasa (4/07/2006) - Meski baru saja bebas dari penjara, Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Ustad Abu Bakar Ba'asyir tetap bicara lantang dan tanpa tedeng aling-aling. Pada tabligh akbar di Masjid Attaqwa, pengasuh Ponpes Ngruki Solo ini mengimbau walikota, wakil walikota dan DPRD untuk membuat peraturan daerah (Perda) tentang Penerapan Syariat Islam di Kota Wali.
"Walikota, wakil walikota Cirebon adalah orang Islam. Begitupun anggota dewannya juga mayoritas Islam. Apa susahnya menerapkan syariat Islam dilegalisasi dengan peraturan daerah," ujarnya di hadapan ratusan jamaah FUI se-Wilayah III Cirebon.
Ustad Ba’asyir menegaskan, penerapan syariat Islam adalah keharusan dan kewajiban bagi umat Islam. “Dan harus diingat, dengan penerapan syariat Islam ini bukan berarti menjadi ancaman dan menghilangkan hak-hak komunitas agama lain. Hak dan kehormatan agama lain tetap diberikan,” terangnya.
Ustadz Ba'asyir kemudian memberikan salah satu bukti. Diceritakan, ia dikunjungi seorang biksu Buddha dari Kelantan Malaysia. Biksu tersebut menyatakan dukungannya atas penerapan syariat Islam. Awalnya, biksu itu mengatakan khawatir dengan penerapan syariat Islam, tetapi setelah lama merasakan kedamaian dan ketenteraman di bawah syariat Islam, sikap antipati itu berubah menjadi simpati.
“Jadi jangan salah, syariat Islam itu sangat menghargai komunitas agama lain. Penafsirannya jangan sebatas potong tangan, hukum mati, ataupun hukuman cambuk. Syariat Islam itu, menyangkut semua aspek kehidupan. Yang jelas, akan sangat menghormati komunitas di luar agama Islam," katanya.
Dalam kesempatan itu, Ustad Ba'asyir juga mengungkapkan kepada para jamaah bahwa saat ini, dirinya mendapat gelar baru dan lebih bergengsi yakni sebagai teroris internasional. Gelar itu diberikan oleh Presiden Amerika Serikat, George W Bush. “George Bush telah melaporkan saya ke PBB sebagai teroris internasional," ujarnya sinis.
Pembusukan yang dilakukan oleh orang nomor satu di Amerika tersebut tandas Ba'asyir, ternyata tidak mempan. Buktinya, sampai sekarang masih banyak warga Indonesia yang menerima keberadaannya. Ba’asyir justru balik bertanya, sebenarnya yang tepat mendapat gelar teroris itu dirinya atau Bush sendiri. "Sejak lahir, sampai setua ini, saya tidak pernah membunuh orang. Ini bisa ditanyakan dan dibuktikan kepada siapapun. Tetapi, Bush melakukan pembantaian warga Irak, Afganistan, dan warga negara-negara Islam lainnya. Jadi, yang tepat sebagai teroris adalah Bush sendiri," teriaknya dengan nada berapi-api.
Saat ini katanya, orang-orang yang tidak senang dengan kekuatan Islam terutama Amerika melakukan berbagai cara untuk memperlemah kaum Islam. Bukan hanya dari aspek fisik, tetapi dengan cara berpikir yang tidak sesuai akidah Islam sesungguhnya. Program-program bantuan Amerika ke pesantren-pesantren adalah salah satu cara untuk menarik para santri dan umat Islam untuk tunduk dan mau melakukan apa yang diinginkan oleh Amerika.
"Orang Amerika atau kaum kafir melawan Islam tidak hanya dengan fisik, malah yang gencar itu adalah menyesatkan pikiran umat Islam. Karena saya berupaya untuk menyiarkan ajaran Islam yang benar, maka saya ditakuti dan dicap sebagai teroris," paparnya.
Bagaimana sikapnya tentang penyerbuan dan pembantaian umat Islam di Palestina oleh Israel? Ba'asyir mengatakan bahwa pemerintah Indonesia sudah menunjukkan simpatinya kepada warga muslim di Palestina. Namun, hal itu tidak cukup, pemerintah RI harusnya memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia untuk ikut serta berjuang di Palestina. Karena, Israel bersama Yahudinya, sudah jelas-jelas merongrong kedaulatan Palestina.
Dalam kesempatan itu juga, Ustad Ba'asyir menyinggung rencana eksekusi terhadap Amrozi cs. Baginya, kalaupun memang eksekusi mati menimpa Amrozi cs, maka itulah konsekuensi dari sebuah perjuangan. Namun demikian, lanjut Ustad Ba'asyir, saat ini Amrozi sedang melakukan PK (Peninjauan Kembali) atas putusan hukum itu.
Kalau dimungkinkan, Ustad Ba'asyir berharap supaya Amrozi tidak dieksekusi. Namun bila terpaksa dieksekusi mati, maka eksekusi yang sama juga harus diterapkan terhadap orang-orang yang melakukan pembantaian terhadap warga muslim di Poso. "Kalau mau adil, harus semuanya dong dieksekusi. Jangan karena yang melakukan itu orang Islam, maka ditindak tegas. Harus adil, pembantai umat Islam juga harus dieksekusi," tegasnya.
Sementara itu, Ketua FUI, Prof Dr H Salim Bajri dalam orasinya mendukung diterapkannya syariat Islam. Banyaknya bencana di berbagai daerah di Indonesia, mulai tsunami di Aceh, gempa di Jogja, banjir lumpur, kekisruhan di berbagai daerah lainnya kata Salim, karena umat Islam belum patuh dan taat merealisasikan syariat Islam.
"Saya berharap di Kota Cirebon ini, syariat Islam bisa diterapkan. Ini tidak mustahil diterapkan apabila kita umat Islam bisa kompak," katanya.
Sebelum ke masjid Attaqwa, Ustadz Abu Bakar Ba'asyir berkunjung ke kediaman Prof Dr H Salim Bajri di Jalan Pesayangan, Kelurahan Panjunan.
Saat di Panjunan, terlihat hadir Wakil Walikota Cirebon Drs H Agus Alwafier, Ketua DPRD Kota Cirebon H Sunaryo HW SIP MM, anggota DPRD dari PKS H Azrul Zuniarto SSi Apt, Kapolresta Cirebon AKBP Rochiyanto MH. Ustad Abu Bakar bersam
Ba’asyir Imbau Cirebon Buat Perda Syariat Islam
KEJAKSAN, Selasa (4/07/2006) - Meski baru saja bebas dari penjara, Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Ustad Abu Bakar Ba'asyir tetap bicara lantang dan tanpa tedeng aling-aling. Pada tabligh akbar di Masjid Attaqwa, pengasuh Ponpes Ngruki Solo ini mengimbau walikota, wakil walikota dan DPRD untuk membuat peraturan daerah (Perda) tentang Penerapan Syariat Islam di Kota Wali.
"Walikota, wakil walikota Cirebon adalah orang Islam. Begitupun anggota dewannya juga mayoritas Islam. Apa susahnya menerapkan syariat Islam dilegalisasi dengan peraturan daerah," ujarnya di hadapan ratusan jamaah FUI se-Wilayah III Cirebon.
Ustad Ba’asyir menegaskan, penerapan syariat Islam adalah keharusan dan kewajiban bagi umat Islam. “Dan harus diingat, dengan penerapan syariat Islam ini bukan berarti menjadi ancaman dan menghilangkan hak-hak komunitas agama lain. Hak dan kehormatan agama lain tetap diberikan,” terangnya.
Ustadz Ba'asyir kemudian memberikan salah satu bukti. Diceritakan, ia dikunjungi seorang biksu Buddha dari Kelantan Malaysia. Biksu tersebut menyatakan dukungannya atas penerapan syariat Islam. Awalnya, biksu itu mengatakan khawatir dengan penerapan syariat Islam, tetapi setelah lama merasakan kedamaian dan ketenteraman di bawah syariat Islam, sikap antipati itu berubah menjadi simpati.
“Jadi jangan salah, syariat Islam itu sangat menghargai komunitas agama lain. Penafsirannya jangan sebatas potong tangan, hukum mati, ataupun hukuman cambuk. Syariat Islam itu, menyangkut semua aspek kehidupan. Yang jelas, akan sangat menghormati komunitas di luar agama Islam," katanya.
Dalam kesempatan itu, Ustad Ba'asyir juga mengungkapkan kepada para jamaah bahwa saat ini, dirinya mendapat gelar baru dan lebih bergengsi yakni sebagai teroris internasional. Gelar itu diberikan oleh Presiden Amerika Serikat, George W Bush. “George Bush telah melaporkan saya ke PBB sebagai teroris internasional," ujarnya sinis.
Pembusukan yang dilakukan oleh orang nomor satu di Amerika tersebut tandas Ba'asyir, ternyata tidak mempan. Buktinya, sampai sekarang masih banyak warga Indonesia yang menerima keberadaannya. Ba’asyir justru balik bertanya, sebenarnya yang tepat mendapat gelar teroris itu dirinya atau Bush sendiri. "Sejak lahir, sampai setua ini, saya tidak pernah membunuh orang. Ini bisa ditanyakan dan dibuktikan kepada siapapun. Tetapi, Bush melakukan pembantaian warga Irak, Afganistan, dan warga negara-negara Islam lainnya. Jadi, yang tepat sebagai teroris adalah Bush sendiri," teriaknya dengan nada berapi-api.
Saat ini katanya, orang-orang yang tidak senang dengan kekuatan Islam terutama Amerika melakukan berbagai cara untuk memperlemah kaum Islam. Bukan hanya dari aspek fisik, tetapi dengan cara berpikir yang tidak sesuai akidah Islam sesungguhnya. Program-program bantuan Amerika ke pesantren-pesantren adalah salah satu cara untuk menarik para santri dan umat Islam untuk tunduk dan mau melakukan apa yang diinginkan oleh Amerika.
"Orang Amerika atau kaum kafir melawan Islam tidak hanya dengan fisik, malah yang gencar itu adalah menyesatkan pikiran umat Islam. Karena saya berupaya untuk menyiarkan ajaran Islam yang benar, maka saya ditakuti dan dicap sebagai teroris," paparnya.
Bagaimana sikapnya tentang penyerbuan dan pembantaian umat Islam di Palestina oleh Israel? Ba'asyir mengatakan bahwa pemerintah Indonesia sudah menunjukkan simpatinya kepada warga muslim di Palestina. Namun, hal itu tidak cukup, pemerintah RI harusnya memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia untuk ikut serta berjuang di Palestina. Karena, Israel bersama Yahudinya, sudah jelas-jelas merongrong kedaulatan Palestina.
Dalam kesempatan itu juga, Ustad Ba'asyir menyinggung rencana eksekusi terhadap Amrozi cs. Baginya, kalaupun memang eksekusi mati menimpa Amrozi cs, maka itulah konsekuensi dari sebuah perjuangan. Namun demikian, lanjut Ustad Ba'asyir, saat ini Amrozi sedang melakukan PK (Peninjauan Kembali) atas putusan hukum itu.
Kalau dimungkinkan, Ustad Ba'asyir berharap supaya Amrozi tidak dieksekusi. Namun bila terpaksa dieksekusi mati, maka eksekusi yang sama juga harus diterapkan terhadap orang-orang yang melakukan pembantaian terhadap warga muslim di Poso. "Kalau mau adil, harus semuanya dong dieksekusi. Jangan karena yang melakukan itu orang Islam, maka ditindak tegas. Harus adil, pembantai umat Islam juga harus dieksekusi," tegasnya.
Sementara itu, Ketua FUI, Prof Dr H Salim Bajri dalam orasinya mendukung diterapkannya syariat Islam. Banyaknya bencana di berbagai daerah di Indonesia, mulai tsunami di Aceh, gempa di Jogja, banjir lumpur, kekisruhan di berbagai daerah lainnya kata Salim, karena umat Islam belum patuh dan taat merealisasikan syariat Islam.
"Saya berharap di Kota Cirebon ini, syariat Islam bisa diterapkan. Ini tidak mustahil diterapkan apabila kita umat Islam bisa kompak," katanya.
Sebelum ke masjid Attaqwa, Ustadz Abu Bakar Ba'asyir berkunjung ke kediaman Prof Dr H Salim Bajri di Jalan Pesayangan, Kelurahan Panjunan.
Saat di Panjunan, terlihat hadir Wakil Walikota Cirebon Drs H Agus Alwafier, Ketua DPRD Kota Cirebon H Sunaryo HW SIP MM, anggota DPRD dari PKS H Azrul Zuniarto SSi Apt, Kapolresta Cirebon AKBP Rochiyanto MH. Ustad Abu Bakar bersam

0 Comments:
Post a Comment
<< Home